Dalam konteks tersebut, publik wajar mempertanyakan apakah RDF Plant Rorotan benar-benar mampu memenuhi klaim teknisnya, yaitu mengolah 2.500 ton sampah per hari dan menghasilkan 874 ton bahan bakar RDF setiap hari. Masyarakat kini menantikan pembuktiannya: apakah fasilitas tersebut benar-benar dapat beroperasi secara resmi pada November 2025 sebagaimana dijanjikan oleh Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto.
Melihat kompleksitas persoalan yang ada, sudah sepatutnya duet Pramono–Rano mengambil langkah tegas dan strategis. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo sebaiknya segera melakukan rotasi atau penggantian terhadap Kepala DLH Asep Kuswanto. Langkah ini penting untuk memulihkan kepercayaan publik, memberikan semangat baru bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov DKI, serta memperkuat kinerja birokrasi demi kemajuan Jakarta dan kesejahteraan masyarakatnya.













