Selain itu, duet Pramono–Rano perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja DLH DKI Jakarta, meliputi status perizinan dan kepatuhan lingkungan RDF Rorotan, kendala teknis yang menyebabkan keterlambatan operasi, partisipasi masyarakat dan penyelesaian dampak lingkungan, transparansi penggunaan anggaran, serta efektivitas proyek dalam mengurangi beban sampah Jakarta.
Evaluasi tersebut harus dilakukan secara terbuka dan berbasis data agar publik dapat menilai bahwa proyek tersebut benar-benar membawa manfaat nyata, bukan sekadar menjadi simbol keberhasilan administratif. Jika hambatan yang ditemukan bersifat teknis dan masih dapat diperbaiki, DLH harus segera menyusun rencana aksi percepatan yang konkret. Namun, jika hambatan yang dihadapi bersifat struktural atau regulatif, maka kelanjutan proyek ini harus dikaji ulang secara terbuka dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait.













