Pertama. Perlindungan Narasi: Iran berhasil menjaga citra sebagai pihak yang tidak menyerah di dalam negeri. Ini penting untuk stabilitas politik domestik.
Kedua. Efisiensi Biaya: Dibanding perang terbuka, diplomasi belakang layar jauh lebih murah dan minim risiko korban jiwa.
Ketiga. Fleksibilitas Waktu: Iran tidak terikat pada tenggat waktu 60 hari War Powers Act yang mengikat Presiden AS.
Namun kita juga harus objektif melihat keterbatasannya.
1. Kemenangan narasi belum tentu kemenangan substansi. Selat Hormuz masih efektif tertutup sejak 28 Februari 2026. Arus perdagangan minyak dunia turun hingga 95%. Harga minyak Brent bertahan di level USD 114 per barel. Ekonomi Iran tetap tertekan oleh blokade.
Diplomasi tanpa penyelesaian konkret hanya menunda, bukan menyelesaikan konflik. Dan waktu tidak berpihak pada ekonomi Iran yang sudah rapuh.













