Dalam dunia intelijen dan diplomasi, ada prinsip yang disebut “ single point of failure “. Jika hanya ada satu saluran komunikasi, maka saluran itu bisa disadap, dipelintir, atau dieksploitasi.
Dengan menyebarkan pesan yang sama ke empat ibu kota berbeda, Iran menghilangkan kemungkinan adanya satu bukti tunggal yang bisa digunakan Trump untuk membangun narasi “Iran memohon damai”.
Tidak ada satu negara pun yang memegang keseluruhan pesan. Tidak ada satu rekaman pun yang utuh. Yang ada hanya potongan-potongan narasi yang tidak dapat dirangkai menjadi propaganda yang merugikan Iran.
Ini adalah taktik yang cerdas dan modern. Mirip dengan sistem pertahanan siber yang terdesentralisasi.
Sebagai mantan Penasehat Militer, saya melihat taktik ini memiliki tiga kekuatan utama:













