Saya tidak ingin membaca mutasi tersebut secara gegabah sebagai manuver politik.
Itu akan menjadi kesimpulan yang terlalu sederhana.
Namun dari perspektif kepemimpinan dan manajemen komando, ada satu hal yang harus diperhatikan: setiap pergantian komando menciptakan masa transisi.
Dalam keadaan normal, transisi adalah proses organisasi.
Dalam keadaan sensitif, transisi adalah persoalan manajemen risiko.
Komandan baru membutuhkan waktu untuk memahami karakter wilayah, jaringan sosial, peta kerawanan, struktur informal, hubungan dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga pola komunikasi publik.
Karena itu, tantangan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bukan hanya memastikan bahwa orang yang tepat duduk pada jabatan yang tepat.













