KAB. BANDUNG || bedanews.com — Mendengar keluhan masyarakat di RW03/RT03 Desa Mekarsari Kecamatan Ciparay, mengalami kesulitan memperoleh air bersih, Hj. Elin Wati, seketika menyampaikan keprihatinannya dan berjanji kepada masyarakat untuk mencarikan solusinya.
Dikatakan masyarakat kepada legislator dari Fraksi PAN yang juga Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Bandung yang mengaku baru pertama kali desanya dijadikan tempat Reses Anggota DPRD, untuk bisa memperoleh air minum harus dilakukan pengeboran sampai sedalam 100 meter bahkan lebih.
Hal ini, menurut Hj. Elin jelas membuat masyarakat tidak nyaman. Karena air untuk kebutuhan sehari-harinya sulit diperoleh, “Insya Alloh secepatnya saya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna pemenuhan kebutuhan air bersih,” katanya saat Reses Masa Sidang II tahun 2023, Selasa 14 Pebruari 2023.
Sementara di RW09/RT02, ia mendapat keluhan seputaran walungan (sungai) yang dijadikan sarana pembuangan limbah pabrik. Dampak dari pembuangan limbah itu karena menyebarkan bau yang menyengat juga menyebabkan kesehatan warga terganggu.
Selanjutnya masalah kerusakan infrastruktur, dikemukakan Elin, berdasarkan aspirasi dari warga, di jalan kabupaten, tepatnya di RW13/RT06, sering terjadi luapan banjir meski hujan kecil atau hanya sebentar.
Ketika ditanyakan untuk kedua kalinya oleh Elin, adakah dewan sebelum dirinya yang datang ke Desa ini, semua serempak menjawab “belum ada”. Jelas jawaban itu membuatnya heran sekaligus memotivasi dirinya untuk berbuat demi kebaikan bersama.
Aspirasi lainnya muncul dari Ketua Gabungan Keompok Tani (Gapoktan) Ciparay yang mengusulkan saluran air untuk perawatan sawah yang menurut penuturannya terdapat 7000 saluran tersier dan 6000 saluran sekunder. Tujuannya agar bisa dimanfaatkan secara maksimal.
“Semua aspirasi yang saya terima untuk penyelesaiannya pastinya melibatkan beberapa instansi. Untuk itu saya akan melakukan koordinasi secepatnya dengan mereka,” ujarnya.
Elin juga menjelaskan, bahwa tugas dewan itu hanya memfasilitasi keinginan masyarakat yang diwadahi melalui giat reses ini. Tentunya setiap aspirasi yang diterimanya akan dicatat untuk dimusyawarahkan, selanjutnya akan diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Bandung untuk ditindaklanjuti.
Namun ia menegaskan kepada semua undangan yang hadir, kalau ia akan memperjuangkan keinginan masyarakat semaksimal mungkin. “Pastinya untuk mencapai hal itu saya membutuhkan doa dan dukungan dari masyarakat,” tegas Elin.
Ia tidak mau memberikan janji, tapi ia akan memberikan bukti nyata, kalau ia bekerja untuk mengabdi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.***













