• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Dari Takjil ke Ketahanan Ekonomi

Dari Takjil ke Ketahanan Ekonomi

Hargib by Hargib
4 Maret 2026
in Ekonomi, Ragam
0
Prof.Dr.Hj.Lilis Sulastri.,S.Ag.,MM.,CPHRM.,CHRA.

Prof.Dr.Hj.Lilis Sulastri.,S.Ag.,MM.,CPHRM.,CHRA.

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perubahan tersebut  memiliki dampak  signifikan terhadap ketahanan keluarga. Pendapatan tambahan dari usaha kecil sering kali menjadi penopang penting ketika penghasilan utama keluarga mengalami tekanan. Lebih dari itu, keterlibatan perempuan dalam ekonomi Ramadhan juga memperkuat rasa percaya diri dan kemandirian. Banyak perempuan yang setelah Ramadhan berani melanjutkan usaha dalam skala yang lebih stabil, seperti membuka usaha katering kecil, menerima pesanan kue, atau menjual makanan secara daring. Dengan demikian, ekonomi Ramadhan tidak hanya menggerakkan pasar, tetapi juga memperluas ruang pemberdayaan perempuan

Ramadhan sebagai Ekosistem Ekonomi Rakyat

Secara sosiologis, Ramadhan menghadirkan ‘pasar temporal’ yang unik. Permintaan terhadap makanan berbuka, sahur, dan oleh-oleh meningkat drastis. Konsumsi rumah tangga melonjak. Aktivitas sosial dan keagamaan memperkuat perputaran uang di tingkat lokal. Bagi masyarakat kelas menengah bawah, momentum ini menjadi ‘jendela kesempatan’. Banyak keluarga yang selama sebelas bulan pasif secara ekonomi, tiba-tiba aktif berwirausaha di bulan Ramadhan. Mereka menjadi produsen, distributor, sekaligus pemasar dalam waktu singkat. Dalam perspektif manajemen, fenomena ini menunjukkan adanya, a) Fleksibilitas ekonomi rakyat, b) Kreativitas adaptif, c) Modal sosial berbasis komunitas, d) Kepercayaan pelanggan,  dan e) Etos kerja spiritual. Momen Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi menciptakan laboratorium ekonomi umat.

BeritaTerkait

KOGANA SUMUT DAN POLITEKNIK MEDAN JALIN MoU PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KEBENCANAAN

6 November 2026

Dugaan Menyadap Presiden Prabowo, Muslim Arbi: Listyo Sigit dan Gerombolannya Layak Dihukum Mati

6 November 2026
Page 3 of 8
Prev1234...8Next
Tags: ekonomiketahanan ekonomiLilis SulastriRamadhanTakjil
Previous Post

Inilah 5 Amalan Sunah ketika Peristiwa Gerhana Bulan

Next Post

Makan Bergizi Gratis Meningkatkan Gizi dan Ekonomi Lokal

Related Posts

Ragam

KOGANA SUMUT DAN POLITEKNIK MEDAN JALIN MoU PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KEBENCANAAN

6 November 2026
Ragam

Dugaan Menyadap Presiden Prabowo, Muslim Arbi: Listyo Sigit dan Gerombolannya Layak Dihukum Mati

6 November 2026
Ragam

Kelola Kabupaten Berskala Besar, Kepala BKN Dorong Bojonegoro Jadi Pilot Project Manajemen Talenta Untuk Mewujudkan Visi Misi Daerah

6 November 2026
Ragam

Taiwan dan Dunia Bersinergi Menciptakan Solusi Iklim

6 November 2026
Edukasi

Ekoteologi dalam Inovasi, Pendidikan, dan Pengabdian

6 November 2026
Ragam

Singgasana di Atas Ingatan yang Lelah: Kala Kekuasaan Berjalan Tanpa Rem

6 November 2026
Next Post
Sosialisasi program makan bergizi gratis di Depok

Makan Bergizi Gratis Meningkatkan Gizi dan Ekonomi Lokal

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021