Fenomena Ibu Siti adalah cerita dan potret ribuan bahkan jutaan pelaku ekonomi mikro pada bulan Ramadhan di Indonesia. Dari Aceh hingga Papua, dari kota besar hingga desa terpencil, Ramadhan menciptakan ruang ekonomi sementara yang sangat hidup. Namun, di balik keramaian tersebut , tersimpan pertanyaan penting, apakah ekonomi takjil hanya sekadar musiman? Ataukah bisa menjadi fondasi ketahanan ekonomi keluarga dan umat? Apakah Ramadhan menghadirkan ruang ekonomi sementara saja padahal penuh makna bagi masyarakat kecil.
Dalam banyak kasus, pelaku utama ekonomi takjil berasal dari kalangan perempuan. Ibu rumah tangga dengan memanfaatkan keterampilan memasak yang dimiliki untuk menghasilkan produk yang diminati masyarakat. Kolak, gorengan, es buah, bubur sumsum, hingga aneka kue tradisional menjadi komoditas ekonomi yang lahir dari dapur rumah tangga. Dapur yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai ruang domestik berubah menjadi ruang produksi ekonomi.












