*Tantangan Utama: Menang Melawan Sepeda Motor*
Kompetitor utama transportasi umum Palembang bukan moda publik lainnya. Kompetitornya adalah kendaraan pribadi, terutama sepeda motor. Motor menawarkan sesuatu yang sangat sulit dilawan: perjalanan langsung dari pintu ke pintu, fleksibilitas waktu, hampir tanpa waktu tunggu, serta kemampuan menjangkau jalan lingkungan. Karena itu transportasi umum tidak akan memenangkan masyarakat hanya dengan menawarkan tarif murah. Bahkan feeder gratis sekalipun tidak otomatis menciptakan modal shift apabila perjalanan membutuhkan terlalu banyak waktu, transfer, atau ketidakpastian.
Masyarakat sesungguhnya menghitung biaya perjalanan secara keseluruhan: uang, waktu, kenyamanan, kepastian, serta kemudahan. Inilah sebabnya mengapa indikator transportasi Palembang harus berubah. Jangan hanya mengukur jumlah penumpang LRT, jumlah koridor atau armada. Ukur pula door-to-door travel time, waiting time, transfer time, load factor, ketepatan headway, kepuasan pengguna, public transport modal share, dan yang terpenting: berapa perjalanan kendaraan pribadi yang berhasil dialihkan. Tanpa indikator ini, angka ridership dapat tumbuh tetapi perubahan perilaku belum tentu terjadi.













