Palembang bukan kekurangan infrastruktur. Palembang menghadapi persoalan bagaimana mengubah infrastruktur menjadi kebiasaan perjalanan.
*LRT Bukan Tujuan, tetapi Backbone*
Kesalahan terbesar dalam menilai keberhasilan LRT adalah memperlakukannya sebagai moda yang berdiri sendiri. Masyarakat tidak membutuhkan LRT. Masyarakat membutuhkan perjalanan dari rumah menuju kantor, sekolah, kampus, pasar, rumah sakit, bandara, atau pusat kegiatan dengan mudah dan pasti.
Karena itu LRT semestinya ditempatkan sebagai backbone, bukan keseluruhan sistem. Struktur transportasi Palembang idealnya sederhana: LRT sebagai tulang punggung; bus dan BRT sebagai jaringan utama penghubung antarkawasan; feeder sebagai jaringan kapiler menuju permukiman; sedangkan pedestrian dan moda mikro menjadi first and last mile.













