Gubernur mencatat tiga peran pers yang harus mendapatkan porsi besar, pertama, mengembangan jurnalisme harapan. Ini dimaksud agar di tengah badai COVID-19, masyarakat tidak boleh pasrah dan kehilangan harapan.
Kedua, beradarnya informasi hoax, sangat menganggu konsentrasi pemerintah yang tengah berjuang mengatasi permalahan bangsa. Pers harus tampil digarda terdepan.
Ketiga, pers harus terus menyampaikan pesan-pesan pembangunan kepada hak layak ramai tentang kebijakan dan program pemerintah dan memberikan ruang kepada warga untuk menyampaikan aspirasi mereka. “Pers memposisikan sebagai penyambung lidah rakyat,” tegasnya.
Gubernur juga berharap, konferensi kerja ini dapat mengevaluasi program kerja yang belum menyentuh kebutuhan publik Papua Barat akan informasi. Juga mengevaluasi program pengembangan kapasitas sumber daya manusia wartawan di daerah ini menuju insan yang profesional. “Pemerintah Provinsi Papua Barat berkepentingan dengan profesionalisme wartawan di daerah ini,” kata Gubernur.












