Ia juga mendesak agar PT KAI meminta maaf kepada warga dan menyelesaikan secara budaya.
“Kita warga Jawa Barat yang budayanya silih asih silih asuh, kita bukan negara kapitalis-individualis tapi kita negara gotong royong,” tegasnya.
Bedi menambahkan arogansi PT KAI saat penggusuran ini sudah menjadi perhatian publik dan viral di media sehingga pihak dari DPR RI pun turun langsung meninjau tempat kejadian beberapa waktu lalu.
“DPR RI yang sudah datang kesana, Pak Ono Surono dan Pak Nico Siahaan, ini sudah menjadi perhatian publik,” tandasnya.
Warga Mengadu Ke Komisi I
Sebelumnya, Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat menerima langsung keluhan para warga RW 04, Jalan Anyer Dalam, Kelurahan Kebonwaru, Kecamatan Batununggal Kota Bandung.
Bedi menyayangkan adanya anak-anak yang mengalami trauma pada saat proses penggusuran, karena mereka melihat arogansi petugas PT KAI pada saat penggusuran berlangsung dan ini harus ditangani negara karena PT KAI merupakan perusahaan milik negara.













