“Kami meminta agar PT KAI Daop 2 Bandung juga memerhatikan anak-anak yang menjadi korban, mengingat saat kejadian penertiban berlangsung mereka melihat langsung kekerasan saat penggusuran,” tuturnya.
Bedi mengimbau PT KAI untuk memerhatikan uang pengganti yang besarannya dianggap kurang sesuai. PT KAI juga diminta unruk mengembalikan barang-barang milik warga yang tidak sempat diselamatkan.
“Uang penggantian juga harus layak masak iya Rp.250 ribu per meter. Kemudian barang-barang milik warga juga harus kembalikan,” tambahnya.
Bedi menyampaikan pesan kepada Kadaop 2 Bandung agar segera menuntaskan permasalahan ini.
“Ini bencana kemanusiaan dan situasi darurat ini harus segera ditanggulangi. Apalagi saat ini mereka memerlukan tempat berteduh dan bantuan seperti obat-obatan, sembako serta pakaian,” bebernya.













