“PTN harus segera dikembalikan kepada mandat utamanya, yaitu menyelenggarakan pendidikan bermutu, riset berdampak, inovasi, dan pengembangan ilmu pengetahuan, bukan mengejar komodifikasi dengan menjaring sebanyak mungkin mahasiswa,” ujarnya.
Karena itu, Handi mendorong pemerintah melakukan redefinisi terhadap indikator kinerja perguruan tinggi.
Prestasi akademik, kualitas riset, inovasi dan kontribusi terhadap masyarakat dinilai lebih relevan dibandingkan sekadar mengejar peningkatan kuantitas mahasiswa.
Menurut Handi, persoalan jalur mandiri tidak bisa dilepaskan dari pola pembiayaan pendidikan tinggi.
Ia menilai, pemerintah perlu mengubah paradigma penganggaran agar dukungan negara benar-benar berorientasi pada mahasiswa dan peningkatan kualitas pendidikan.













