Digitalisasi, kata Handi, juga penting agar informasi mengenai kuota penerimaan tidak hanya menjadi data internal perguruan tinggi, tetapi dapat dipantau dan diuji secara terbuka.
Dengan demikian, keputusan terkait jumlah mahasiswa, distribusi jalur penerimaan, dan kebijakan yang menyertainya dapat diawasi secara lebih luas.
Tidak berhenti pada kritik, Handi turut menawarkan desain baru dalam sistem penerimaan mahasiswa baru PTN.
Ia mengusulkan agar jalur penerimaan PTN dikembangkan dengan pendekatan tiga kawasan nasional, yakni Barat, Tengah dan Timur.
Konsep tersebut, menurut Handi, dapat menjadi salah satu instrumen untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah dalam pengembangan pendidikan tinggi.
Dengan pendekatan kawasan, persaingan dan distribusi sumber daya pendidikan tinggi diharapkan tidak semakin menumpuk pada wilayah tertentu.













