SEMARANG || Bedanews.com – Ancaman penyalahgunaan narkoba semakin nyata dan kompleks, bukan hanya di perkotaan, tetapi juga mulai merambah ke lingkungan pedesaan. Bandar narkoba kian agresif menargetkan generasi muda, khususnya remaja dan pelajar yang berada pada fase rentan. Menyikapi hal tersebut, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menggulirkan strategi berbasis masyarakat dengan menggelar Asistensi Relawan Anti Narkoba dalam rangka KIE Sumber Daya Pembangunan Desa.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis (28/8) ini dihadiri jajaran Forkopimcam, Lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, PKK, Karang Taruna, organisasi masyarakat, serta puluhan peserta yang didorong untuk menjadi relawan anti narkotika.













