Salah satu peserta kegiatan, Suroyo, tokoh masyarakat di Kelurahan Ngaliyan, menyampaikan rasa bangganya dapat mengikuti kegiatan ini. “Saya semakin sadar bahwa narkoba bisa masuk ke lingkungan terkecil tanpa kita sadari. Materi yang diberikan membuka mata saya tentang betapa pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Sebagai relawan, saya siap menjadi teladan di rumah dan di masyarakat. Semoga semakin banyak yang bergerak bersama, agar lingkungan kita benar-benar terbebas dari narkoba,” ungkapnya.
Kegiatan asistensi relawan anti narkoba di Kecamatan Ngaliyan bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi juga momentum lahirnya gerakan kolektif masyarakat dalam mencegah bahaya narkoba. Dengan semangat kebersamaan, gotong-royong, serta dukungan lintas sektor, BNNP Jawa Tengah optimis relawan mampu menjadi role model yang menginspirasi generasi muda untuk menjauhi narkoba. (Red).













