Pertama, pemerintah harus segera menyiapkan skenario darurat. Cadangan minyak mentah kita hanya cukup untuk 21 sampai 30 hari. Itu terlalu rentan. Jangan menunggu sampai kosong baru berpikir.
Kedua, jangan diam saja. Perkuat komunikasi dengan negara-negara non-blok seperti India, China, Rusia, dan Brasil. Kita tidak bisa hanya menjadi penonton sambil membayar mahal.
Ketiga, persiapkan masyarakat secara jujur. Sampaikan bahwa harga BBM dan pangan berpotensi naik. Indonesia masih impor kedelai 2,5 juta ton lebih. Gandum kita 100 persen impor, 11,7 juta ton per tahun. Susu kita defisit 3,5 sampai 4 juta ton. Jangan sampai pemerintah kaget, lalu rakyat marah karena tidak pernah diberi tahu. Keterbukaan adalah bagian dari kepemimpinan.












