Keempat, perkuat ketahanan pangan dan energi kita. Bukan sekadar retorika. Ini ujian nyata. Krisis ini bukan isapan jempol. Ini sudah terjadi di depan mata kita.
*Satu Pesan Terakhir dari Seorang Purnawirawan*
Saya sudah puluhan tahun berseragam. Saya bertugas di medan konflik. Saya duduk di ruang-ruang rapat PBB yang dingin penuh intrik. Satu pelajaran yang tidak pernah saya lupakan: *perang tidak pernah dimenangkan oleh para jenderal. Perang selalu dimenangkan oleh politik. Dan yang membayar selalu rakyat.*
Sekarang, tidak ada perang terbuka. Yang ada adalah blokade. Tapi jangan salah. Blokade adalah perang terhadap warga sipil. Perang terhadap perut rakyat.
Semoga akal sehat masih tersisa di Washington dan Teheran. Karena jika tidak, ombak di Ujung Genteng bukan satu-satunya yang akan bergulung kencang. Harga kebutuhan pokok di warung sebelah rumah Bapak dan Ibu sekalian juga akan ikut bergulung.












