*Lalu, Apa Kabar Indonesia?*
Saya dari Ujung Genteng, setiap pagi melihat nelayan melaut. Mereka tidak tahu bahwa harga solar bisa naik kapan saja. Mereka tidak tahu bahwa biaya melaut mereka bisa membengkak.
Saya melihat petani padi di sawah-sawah sekitar. Mereka tidak tahu bahwa pupuk yang mereka beli bulan depan bisa dua kali lipat harganya.
Saya mendengar ibu-ibu di warung mengeluh harga cabai naik. Mereka tidak menyadari bahwa semua ini adalah rantai pasok global yang putus di Selat Hormuz.
Saudara-saudara sekalian, jarak dari Hormuz ke Ujung Genteng memang ribuan kilometer. Tapi secara ekonomi, jaraknya hanya sejauh tombol pompa bensin di SPBU terdekat.
*Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah Kita?*
Saya tidak lagi punya kewenangan. Saya hanya seorang purnawirawan yang ingin negerinya tidak tertidur di tengah badai. Tapi izinkan saya menyampaikan pendapat.












