*Kedua,* Iran mengandalkan ranjau cerdas di Selat Hormuz. Ini bukan ranjau buta seperti zaman Perang Dunia Kedua. Ranjau modern bisa dihidupkan dan dimatikan dari jarak jauh. Masalahnya, menurut pengakuan pejabat Amerika sendiri, Iran menanam ranjau itu secara sembarangan. Bahkan mereka sendiri kesulitan membersihkannya. Militer Amerika mengakui kekurangan kapal dan peralatan untuk membersihkan ranjau di perairan sempit seperti Hormuz. Akibatnya? Blokade bisa berlangsung berbulan-bulan. Sementara harga minyak dunia melonjak setiap hari.
*Ketiga,* Iran tidak sendirian. Mereka memiliki sekutu di Yaman, yaitu Houthi. Jika Hormuz tersumbat, Houthi akan menyerang Bab el-Mandeb. Dua jalur minyak dunia tersumbat bersamaan. Dua puluh persen aliran minyak dan gas dunia berhenti. Itu bukan lagi krisis regional. Itu krisis global.












