Lalu apa yang bisa kita petik dari sandiwara ini? Satu: jangan pernah menarik dukungan diplomatik untuk solusi dua negara hanya karena ada gencatan senjata sementara. Dua: Indonesia harus tetap menyuarakan keadilan bagi Palestina dan Lebanon, karena diam di tengah sandiwara berarti menjadi bagian dari kepalsuan itu. Dan tiga: jadilah negara yang membaca antara baris, bukan sekadar membaca judul berita.
*Ruang Udara Kita: Arena Baru Perang Dingin yang Tak Boleh Kita Sewakan*
Saudara-saudara, dari Timur Tengah, sekarang saya ajak Anda pulang ke rumah kita sendiri. Ke ruang udara Indonesia. Karena di sinilah peta perang itu mulai menyentuh kulit kita.
China baru saja mengeluarkan peringatan diplomatik yang keras. Bukan ancaman perang, mereka terlalu cerdas untuk itu. Tapi peringatan bahwa pemberian akses ruang udara secara luas (blanket overflight access) kepada pesawat militer AS dapat merusak hubungan bilateral dan stabilitas kawasan. Dalam bahasa diplomatik, ini adalah *tembakan peringatan yang dibungkus beludru.*













