Kepada para pengambil kebijakan di Jakarta, dari pinggiran danau yang tenang ini, saya titipkan tiga pesan sederhana namun berat:
*Pertama*, jangan terbuai oleh gencatan senjata sementara di Timur Tengah. Tetaplah menyuarakan keadilan, karena diam adalah bentuk persetujuan terhadap ketidakadilan. Dan seorang jenderal tidak pernah diam melihat ketidakadilan.
*Kedua,* hitung ulang secara dingin biaya dan risiko dari setiap akses yang kita berikan kepada kekuatan asing, baik AS maupun China. *Kesantunan seorang jenderal bukan berarti tidak berani bicara. Justru karena santun, saya berkata: jangan pernah menjual ruang udara kita dengan harga yang tidak pernah disebutkan di muka umum.*
*Ketiga,* libatkan publik dan DPR secara transparan dalam setiap perjanjian pertahanan strategis. Karena dalam negara demokrasi, kedaulatan tidak hanya dijaga oleh tentara, tetapi juga oleh rakyat yang tahu dan mengawasi. Rakyat yang dibiarkan buta bukanlah rakyat yang berdaulat.













