Menurutnya, memiliki anak perempuan harus memperlihatkan dirinya sebagai sosok pelindung. Jika tidak begitu anaknya akan mencari sosok tersebut di luar selain ayahnya sendiri.
“Saat mencari calon menantu, ada proses, disuruh taaruf dulu, lalu masing-masing istiqarah. Kalau cocok lanjut, tapi tidak bisa dipaksakan. Karena ada juga yang gagal saat prosesnya, namun yang terpenting sebagai orang tua mengusahakan yang terbaik,” katanya.
Sedangkan sang istri, Siti Muntamah, mengartikan keluarga sebagai institusi ekspresi halal. Keluarga sebagai wadah institusi robani, semua agama mengagungkan tentang makna keluarga ini sebagai perintah dari Tuhan.
“Sesuatu yang halal, jadi mau ekspresi cinta, sayang, bahkan ‘ngambek’ juga bisa. Selain itu untuk membangun SDM berkualitas, juga karena ekspresi taqwanya,” ucapnya.













