Menurut Ketua Presidium AWG, misi kemanusiaan ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya gerakan Freedom Flotilla sebelumnya, termasuk Madleen dan Handala.
Ia juga mengemukakan, Global Sumud Flotilla terdiri dari lebih 70 kapal, mulai dari kapal penumpang besar hingga perahu nelayan. Armada berangkat dari Spanyol pada 31 Agustus, disusul keberangkatan dari Tunisia dan berbagai pelabuhan lain pada 4 September.
Partisipasi datang dari 44 negara termasuk Indonesia, Malaysia, AS, Brasil, Italia, Maroko, Sri Lanka, Tunisia, Belanda, Kolombia dan puluhan lainnya. Flotilla ini merupakan kolaborasi empat koalisi besar: Maghreb Sumud Flotilla, Global Movement to Gaza, Freedom Flotilla Coalition dan Sumud Nusantara.
Lebih dari 6.000 aktivis telah mendaftar sebagai peserta maupun pendukung dan aksi solidaritas akan digelar di pelabuhan-pelabuhan kunci seperti Barcelona, Tunis dan Kuala Lumpur, disertai kampanye publik tentang realitas dan sejarah Gaza.













