KAB. BANDUNG || bedanews.com — Bertemu saat Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung ke 385 tahun, Senin 20 Agustus 2026, anggota DPRD Provinsi Jabar Agung Yansusan, S.T., S.Ag., M.U.D., mengimbau agar Pemkab Bandung bisa bekerjasama dengan Gubernur Dedi Mulyadi.
Legislator senior Golkar itu menyebutkan normalisasi infrastruktur di Provinsi Jabar dalam rangka normalisasi itu sudah berlangsung tapi bersifat temporer atau Temporer artinya untuk sementara waktu, tidak permanen, atau darurat.
Agung tidak menyangkal kalau penyebab kerusakan infrastruktur itu akibat dari genangan air yang merupakan luapan air dari drainase yang tidak ada perawatan dan pemeliharaannya selama ini. Lebih parah lagi adalah dampak kerusakan lingkungan.
“Di Jabar kita ada anggaran untuk sektor-sektor tersebut guna menata perbaikan alam dari hulu hingga ke hilir melalui penanaman lahan kosong atau kritis,” katanya.
Itu program “Jaga Lembur” yang melibatkkan ribuan orang, untuk itu Agung menganjurkan kepada Pemkab Bandung untuk turut berpartisipasi agar alam krmbali hijau dan bencana banjir bisa dihindari.
“Ini bukan program penanaman pohon yang setelah ditanam tidak perawatan sehingga mengakibatkan pohon-pohon mati,” ujarnya.
Ingatlah ada pepatah mengatakan, ungkap Agung, “Leuweung Hejo Rakyat Ngejo Leuweung Rusak Rakyat Balangsak.”***













