Regional

Aep Saepuloh optimis Ciamis Bisa Pertahankan WTP

Ciamis,BEDAnews –

 Kadishubkominfo Ciamis, Aep Saepuloh yakin dan optimis Ciamis dapat meraih penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kedua kalinya dari Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang sedang melaksanakan pemeriksaan reguler awal tahun.

Itulah yang disampaikannya kepada BEDAnews.com, di Kantor Dishubkominfo Ciamis, senin (9/3/2015) ujarnya dengan diraihnya WTP 2014 menjadi kesepakatan dan komitmen bersama antara Bupati, Wabup, Sekda dan para Kepala Satuan Kerja Pemeritah Daerah (SKPD) untuk mempertahankannya, karena predikat WTP dianggap telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Ciamis dan kepercayaan pemerintah pusat.

Dishubkominfo salah satu satu SKPD penghasil PAD dari sektor retribusi, (parkir, terminal & pengujian kendaraan, alat telkomunikasi) yang menjadi beban dan tanggung jawabnya dengan targetan 2014 yang telah dilampauwi menjadi salah satu yang diperiksa Tim BPK selain masalah pengelolaan aset serta penggunaan dana yang telah diterima Dishubkominfo.

Baca Juga  Empat Kali Berturut-Turut Menangkan Penghargaan Natamukti, Kini Kota Bandung Raih Natamukti Nindya

Diakui Aep Saepuloh belum ada hasil pemeriksaan, dan belum mengtahui hasilnya walau sudah diperiksa dan beraharap tidak ada kehilafan jajarannya, kalaupun ada moga bisa diluruskan, dengan adanya pemeriksaan diharapkan bisa lebih tertib administrasi/pengelolaan kedepan.

 Sementara, Kadis Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah, H Asep Sudarman menjelasakanTim Audit BPK RI Sedang bekerja pada 36 hari kerja pertamanya, lalu kembali ke markasnya selanjutnya masuk Ciamis lagi untuk melakukan pemeriksaan lebih detil.

Asep Sudarman mengatakan Dinas yang dipimpinnya diperiksa sebagai Pejabat Pengelola Keuangan Daerah dan SKPD, semoga rekan-rekan sudah melakukan pengadministrasian dengan rapih dan baik yang tentunya WTP bisa dirah lagi tandasnya, masa tahun 2014 saja bisa apalagi 2015 layaknya predikat WTP untuk Ciamis kembali. (abraham)

 

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close