JAKARTA || Bedanews.com – Delapan dekade lebih Indonesia merdeka, persoalan kesetaraan perempuan ternyata masih menyisakan pekerjaan besar. Ruang perempuan untuk berpartisipasi dalam kehidupan publik memang semakin terbuka, tetapi akses menuju posisi strategis dan pengambilan keputusan dinilai belum sepenuhnya setara.
Persoalan tersebut mengemuka dalam webinar “Refleksi Kemerdekaan oleh Perempuan Paramadina: Bidang Ekonomi dan Sosial Politik” yang digelar Universitas Paramadina pada 14 Agustus 2026, menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Forum yang dimoderatori Kenita Putri itu, mempertemukan sejumlah akademisi dan tokoh perempuan Universitas Paramadina untuk membedah posisi perempuan Indonesia dari berbagai perspektif, mulai dari ekonomi, sosial politik, diplomasi, psikologi hingga industri masa depan.













