Bandung, Bedanews.com
– Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2026 tak boleh berhenti di seminar dan tanam pohon simbolik. Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. A. Rusdiana, MM menegaskan kampus dan mahasiswa harus bertransformasi jadi “laboratorium sosial” yang melahirkan solusi nyata ketahanan iklim, bukan sekadar seremoni tahunan.
“Bumi menghadapi krisis iklim, banjir, longsor, kekeringan, sampah, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Jawa Barat paling merasakan dampaknya. Jika kampus masih sibuk seremoni, maka ketahanan iklim hanya jadi slogan,” ujar Prof. Rusdiana dalam Wawancara eksklusif,, Senin 10/6/2026.
UIN Bandung Siap Jadi Garda Depan Adaptasi Iklim?
Menurut Prof. Rusdiana, kampus seperti UIN Bandung punya modal kuat: integrasi ilmu keislaman dan sains. Nilai khalifah fil ardh atau pemelihara bumi bisa dihubungkan langsung dengan praktik pembangunan berkelanjutan.













