Oleh: Mayjen TNI (Purn) Fulad (Penasihat Militer RI untuk PBB 2017–2019), Komandan Pasukan PBB UNIFIL 2009-2010
JAKARTA || Bedanews.com – Saya menulis opini ini dari Geopark Ciletuh, Sukabumi. Dari tempat yang sunyi, saya menyaksikan bagaimana dunia kembali dipermainkan oleh kekuasaan besar.
Sebagai mantan Komandan Pasukan PBB di UNIFIL (2017–2019), saya tahu medan Lebanon. Saya tahu bagaimana bom-bom itu jatuh. Dan saya tahu bahwa tidak ada yang kebetulan dalam perang.
Pada 7 April 2026, dunia bernapas lega. Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu, ditengahi Pakistan. Kesepakatan ini memberi ruang bagi diplomasi.
Namun keesokan harinya, 8 April 2026, Israel justru melancarkan serangan udara terbesar terhadap Lebanon sejak eskalasi dimulai. Sekitar 50 jet tempur Israel diterjunkan.













