JAKARTA || Bedanews.com – Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen, melontarkan kritik tajam terhadap pola komunikasi sejumlah pejabat publik yang dinilai arogan dan kerap meremehkan kecerdasan masyarakat.
Silaen menilai, sebagian pernyataan pejabat yang digaji dari pajak keringat rakyat, sering kali disampaikan dengan nada yang seolah-olah menganggap rakyat tidak memahami persoalan negara.
Padahal, menurutnya, masyarakat saat ini justru semakin kritis dengan memiliki akses informasi yang luas sehingga tidak buta informasi. “Pejabat harus menyadari bahwa rakyat tidak bodoh-bodoh amat. Ketika ada kalangan terdidik yang menyampaikan kritik tajam, itu demi masa depan bangsa, justru sering muncul tekanan, teror, bahkan persekusi dari oknum-oknum pejabat yang diduga berada di belakang layar,” ujar Silaen melalui keterangannya, di Jakarta, Kamis (5/3/2026).













