Drs. H. Mufid Rahmat, MM (Warga Demak Boyolali, Wakil Ketua PWNU Jateng)
BOYOLALI || bedanews.com – Sebagai orang yang terlahir di Mranggen, Kabupaten Demak, saya selalu teringat masa indah setiap bulan rabiul awal. Sebagai Kota Wali yang lekat dengan ritual tradisi islami, riuh gemuruh lantunan sholawat nabi, setiap bakda Maghrib atau bakda isya, dari malam satu sampai 12 rabiul awal terdengar merdu dari setiap langgar/mushola dan masjid. Gelombang suara merdu tersebut membelah beningnya malam temaram, yang jauh dari gemerlap lampu listrik.
Semua datang dengan gembira dan untuk gembira ria, melepas rasa penat setelah seharian berjihad mengais rezeki, menanggalkan berbagai problema yang melilitnya. Semuanya dihempaskan, dihentakkan dengan meneriakan sholawat nabi Muhammad. Bintik-bintik problemapun terhempas, membuncah ke angkasa raya. Getaran sholawat nabi menjalar pelan melalui semua nadi dan ketenangan, keteduhan bersemayam dalam palung hati.













