• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, April 25, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Refleksi Kartini di Era 5.0: Kurikulum Cinta, Ekoteologi, dan Mimpi Indonesia Emas 2045

Refleksi Kartini di Era 5.0: Kurikulum Cinta, Ekoteologi, dan Mimpi Indonesia Emas 2045

Hargib by Hargib
22 April 2025
in Edukasi, Jurnal
0
Prof.Dr.Ahmad Rusdiana, Guru Besar Manajamen Pendidikan.(dok.Photo Istimewa)

Prof.Dr.Ahmad Rusdiana, Guru Besar Manajamen Pendidikan.(dok.Photo Istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung,Bedanews.com

“Wawancara Eksklusif  dengan: Prof. Dr. H. A. Rusdiana, MM. Guru besar Manajemen Pendidikan UIN Bandung. Pediri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al-Mishbah Cipadung Bandung dan Yayasan Pengembangan Swadaya Mayarakat Tresna Bhakti Cinyasag Panawangan Kabupaten Ciamis.”

Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia mengenang perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, terutama di bidang pendidikan. Namun, refleksi terhadap nilai-nilai Kartini tidak hanya relevan secara historis, melainkan juga menjadi jembatan strategis dalam merancang masa depan pendidikan di Era 5.0. Di tengah tantangan revolusi teknologi dan krisis kemanusiaan, nilai kasih sayang dan spiritualitas ekologis kembali mendapat tempat. Menteri Agama RI (2025) menekankan pentingnya Kurikulum Cinta, yang mengajarkan kasih terhadap Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa, serta integrasi ekoteologi, sebagai bentuk tanggung jawab spiritual terhadap alam. Namun, masih terdapat GAP antara idealisme ini dengan praktik di lapangan. Misalnya, rendahnya integrasi nilai-nilai afektif dalam pembelajaran serta keterbatasan guru dalam menerapkan kurikulum yang menyentuh jiwa. Oleh karena itu, tulisan ini penting sebagai refleksi sekaligus respons terhadap tiga pertanyaan dari rekan media mengenai relevansi Kartini dalam konteks pembelajaran bermakna dan Merdeka Belajar menuju Indonesia Emas 2045. Mari kita elaborasi 3 Pertanyaan media, satu persatu:

BeritaTerkait

Pemkot Bandung Benahi Ruang Kelas dan Perkuat Pendidikan Karakter Siswa

24 April 2026

FGD Bahas Keris Empu Puryadi, Personalisasi Jadi Kunci Lestarikan Tradisi

24 April 2026
Page 1 of 4
12...4Next
Tags: ekoteologiKurikulum cintaMimpi Indonesia Emas 2045Refleksi Kartini di Era 5.0
Previous Post

Diversifikasi Berbasis Sumber Daya Lokal, Strategi Penting dalam Pemenuhan Pangan Nasional

Next Post

Prof.Lilis Sulastri Ungkap Nilai Edukasi dan Pesan Moral pada Moment Hari Kartini

Related Posts

Edukasi

Pemkot Bandung Benahi Ruang Kelas dan Perkuat Pendidikan Karakter Siswa

24 April 2026
Edukasi

FGD Bahas Keris Empu Puryadi, Personalisasi Jadi Kunci Lestarikan Tradisi

24 April 2026
Edukasi

USB YPKP Bandung Perkuat Inovasi Mahasiswa Lewat Workshop Generative AI Bersama Pakar Korea

24 April 2026
Edukasi

Kadisperkimtan Enjang Wahyudin Laksanakan Rapat Optimalisasi BMD dengan Disdik

23 April 2026
Edukasi

Lima Momentum, Satu Titik: Refleksi Ilmu, Pengabdian,Karya dan Hari Kartini

23 April 2026
Edukasi

Jangan Karena Kartu Keluarga Tidak Valid, tegas H. Osin: Ratusan Warga Terputus Pendidikannya

22 April 2026
Next Post
Ketua Program studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ( FEBI) UIN SGD Bandung, Prof.Dr.Lilis Sulastri, MM, CPHRM,CHRA,/dok.istimewa/bedanews.com

Prof.Lilis Sulastri Ungkap Nilai Edukasi dan Pesan Moral pada Moment Hari Kartini

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021