• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Refleksi Kartini di Era 5.0: Kurikulum Cinta, Ekoteologi, dan Mimpi Indonesia Emas 2045

Refleksi Kartini di Era 5.0: Kurikulum Cinta, Ekoteologi, dan Mimpi Indonesia Emas 2045

Hargib by Hargib
22 April 2025
in Edukasi, Jurnal
0
Prof.Dr.Ahmad Rusdiana, Guru Besar Manajamen Pendidikan.(dok.Photo Istimewa)

Prof.Dr.Ahmad Rusdiana, Guru Besar Manajamen Pendidikan.(dok.Photo Istimewa)

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pertama: Nilai edukasi apa yang bisa digali dari sosok Ibu Kartini, yang bisa ditransformasikan kepada Generasi Z? Kartini bukan sekadar pejuang emansipasi, ia adalah pelopor transformasi kesadaran. Dari surat-suratnya, kita menangkap tiga nilai utama: pencarian makna hidup melalui ilmu, keberanian dalam menyuarakan kebenaran, dan semangat kasih untuk memajukan sesama. Generasi Z, yang lahir dalam era digital, memerlukan penyadaran akan makna pembelajaran yang tidak sekadar kompetitif tetapi kolaboratif dan empatik. Nilai “Ilmu sebagai cahaya” dapat diterjemahkan dalam pembelajaran berbasis proyek sosial, dialog reflektif, dan pendekatan berbasis nilai.

Kedua: Nilai atau pendidikan karakter seperti apa yang dibutuhkan dalam menghadapi Indonesia Emas 2045? Menyongsong Indonesia Emas 2045, dibutuhkan karakter yang menyatukan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan ekologis. Karakter utama meliputi: 1) Cinta dan empati, sebagai dasar relasi antar manusia dan dengan alam; 3) Kritis reflektif, untuk menghadapi kompleksitas informasi dan hoaks; 3) Spiritual ekologis, yaitu kesadaran bahwa merusak alam berarti mengingkari amanah Tuhan; 4) Kolaboratif dan tangguh, untuk menjawab tantangan global dengan semangat gotong royong dan inovasi. Integrasi nilai-nilai ini sejalan dengan arah Kurikulum Merdeka yang menekankan profil pelajar Pancasila, namun perlu diperkuat dengan pendekatan kurikulum cinta dan pembelajaran bermakna yang holistik.

BeritaTerkait

Ekoteologi dalam Inovasi, Pendidikan, dan Pengabdian

6 November 2026

DPRD Jabar Berharap Seluruh Venue Pertandingan Proprov Dipersiapkan Secara Optimal

5 November 2026
Page 2 of 4
Prev1234Next
Tags: ekoteologiKurikulum cintaMimpi Indonesia Emas 2045Refleksi Kartini di Era 5.0
Previous Post

Diversifikasi Berbasis Sumber Daya Lokal, Strategi Penting dalam Pemenuhan Pangan Nasional

Next Post

Prof.Lilis Sulastri Ungkap Nilai Edukasi dan Pesan Moral pada Moment Hari Kartini

Related Posts

Edukasi

Ekoteologi dalam Inovasi, Pendidikan, dan Pengabdian

6 November 2026
Edukasi

DPRD Jabar Berharap Seluruh Venue Pertandingan Proprov Dipersiapkan Secara Optimal

5 November 2026
Edukasi

Disnaker Kab. Bandung Tetapkan Henky Herwindo sebagai Ketua Forum HRD Baru

3 November 2026
Edukasi

Inovasi Pendidikan 2026: Merajut Teknologi, Kolaborasi, dan Karakter Menuju Masa Depan

2 November 2026
Edukasi

KETIKA ILMU MENYATUKAN: Kampus Menghadirkan Solusi bagi Negeri

30 Oktober 2026
Edukasi

Ketersediaan Debit Air Venue Ski Air untuk PORPROV XV 2026 Disorot DPRD

29 Oktober 2026
Next Post
Ketua Program studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ( FEBI) UIN SGD Bandung, Prof.Dr.Lilis Sulastri, MM, CPHRM,CHRA,/dok.istimewa/bedanews.com

Prof.Lilis Sulastri Ungkap Nilai Edukasi dan Pesan Moral pada Moment Hari Kartini

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021