Bandung, Bedanews.com —
Suasana berbeda mewarnai Ujian Promosi Doktor Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis 20 Agustus 2026.
Dalam sidang kali ini, Promovenda Nok Nasibah tak hanya memaparkan pemikiran akademik, tetapi juga melantunkan langsung lirik Kawih Wanda Anyar yang berpadu indah dengan alunan kacapi dan gamelan.
Persembahan ini menjadi bagian dari pertanggungjawaban ilmiah disertasinya. Sebuah ujian akademik yang tidak hanya dibaca, tetapi juga “didengar” dan “dirasakan”, sarat akar budaya Sunda.
Temuan Substantif:
Secara akademis, penelitian ini menempatkan diri pada area ilmu pendidikan Islam berbasis kearifan lokal.
Dengan pendekatan hermeneutika, promovenda membedah pesan substantif yang tersirat di balik lirik, ritme, dan konteks sosio-historis Kawih Wanda Anyar.













