Namun, di antara tiga hal tadi yang lebih utama kita persiapkan di bulan Sya’ban ini adalah keimanan dan ketauhidan kepada Allah. Sebab, pada praktiknya, kekurangsiapan dalam dua hal, yaitu kesehatan dan perbekalan, akan terkalahkan oleh kekuatan iman. Contoh kecil, walau badan kurang begitu sehat dan perbekalan kurang begitu memadai, tetapi keimanan sangat kuat, maka kita akan tetap istiqamah menjalankan ibadah Ramadhan. Disinilah Metafora pertanian menemukan maknanya Sya’ban adalah bulan menyiram (merawat/meningkatkan amal). Kiasan ini menekankan pentingnya tidak melalaikan bulan Sya’ban (yang sering disebut bulan Ruwah) agar siap secara spiritual saat memasuki bulan suci Ramadhan.
Atas dasar itu, makanya tak berlebihan jika dalam kesempatan yang singkat ini, mengetengahkan bagaimana cara Merawat/meningkatkan amal Jelang Puasa. Dalam kaitan ini, kita tentu bisa melacak bagaimana yang dilakukan Rasulullah.saw, antara lain adalah:











