Jakarta,Bedanews.com
Dalam perspektif Islam, penghormatan kepada guru sejatinya adalah penghormatan terhadap ilmu, akhlak, dan masa depan umat. Hal itu ditegaskan A. Rusdiana dalam tulisannya yang dikrim kepada redaksi Bedanews.com, Jumat,(8 /5/2026) yang mengurai kedudukan guru sebagai pembimbing kehidupan, bukan sekadar pekerja pendidikan.
Mengutip QS. At-Taubah: 105, “Bekerjalah kamu, maka Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu”,
Rusdiana menyebut pengabdian guru, termasuk guru honorer, adalah amal nyata yang menjaga keberlangsungan pendidikan bangsa di tengah keterbatasan.
Empat Pelajaran Penting
Dari persoalan itu, ia merumuskan empat pelajaran:1. Guru adalah Pewaris Ilmu dan Penjaga PeradabanRasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Guru mendidik akal, membina hati, dan membentuk karakter. Merendahkan guru berarti melemahkan fondasi masa depan. QS. Al-Mujadilah: 11 menegaskan Allah meninggikan orang beriman dan berilmu. Imam Al-Ghazali menyebut guru sebagai pelita yang menerangi dari kebodohan.













