Kemudian, kesehatan juga mesti kita jaga dari sekarang mengingat ibadah Ramadhan, khususnya ibadah puasa, termasuk ibadah ruhaniyah sekaligus ibadah jasmaniyah yang membutuhkan kesehatan yang prima, baik kesehatan jasmani maupun kesehatan rohani, fisik maupun psikis. Tak heran, dalam literatur fiqih, kita jumpai kesehatan sebagai salah satu syarat wajib ibadah puasa. Artinya, jika sakit kita boleh tidak berpuasa, namun tetap berkewajiban meng-qadha di lain hari. Terakhir, yang perlu kita persiapkan di bulan Sya’ban dalam menyambut bulan Ramadhan adalah perbekalan. Tak bisa dipungkiri jika kita bekerja mencari nafkah, sambil berpuasa, mungkin saja sedikit terganggu. Terlebih, etos atau semangat kerja di bulan Ramadhan sedikit berkurang.
Maka tidak ada salahnya, kita mempersiapkan perbekalan itu dari sekarang. Insya Allah, dengan begitu, ibadah Ramadhan kita akan lebih fokus dan maksimal. Ketiga pertanyaan ini, sudah disapampaikan pada khutbah Jum’at 30 Desember 2026. dikemas dalam judul ”Memantapkan Keimanan di Bulan Sya’ban sebagai Bekal Menyambut Ramadhan.”













