Kebijakan itupun diserahkan kepada pemerintah daerah masing-masing dalam pelaksanaannya. Sehingga tidak ada keseragaman dalam menerapkan pembatasan kegiatan di masyarakat. Pemerintah pusat dan daerah bersikeras untuk meningkatkan sektor ekonomi sementara keselamatan serta kesehatan masyarakat tak diperhatikan secara maksimal.
Penguasa negeri ini pula tidak memiliki keberanian melakukan lockdown dari awal pandemi hingga kini. Alih-alih menutup pintu masuk untuk warga asing, justru pemerintah membuka pintu lebar-lebar untuk pendatang dari negeri asal wabah. Pemerintah juga tidak serius dalam melakukan 3T, yaitu tracing, testing dan treatment. Tracing dilakukan hanya diawal wabah ini mulai merebak.
Selanjutnya mulai lemah hingga kini tidak ada kabar beritanya lagi. Sementara testing dilakukan hanya untuk prasyarat kegiatan bekerja ataupun melakukan perjalanan, itupun berbiaya mahal. Sementara treatment berupa pengadaan fasilitas pengobatan di rumah sakit ataupun isolasi mandiri di tempat yang disediakan pemerintah juga sering kurang memadai. Begitupun dengan pengadaan vaksin yang masih menimbulkan kontroversi terhadap keamanan dan kehalalannya.











