Zakat Tanpa Ruh
Sayangnya, di tengah masyarakat, zakat sering direduksi menjadi sekadar ritual tahunan tanpa makna. Kita sibuk menghitung takaran, memastikan beras cukup 2,5 kilogram, tapi lupa meresapi pesan di baliknya . Lebih parah lagi, takaran yang digunakan pun satu sha’ atau sekitar 2,5 kg, sering hanya dianggap angka mati tanpa sejarah. Padahal, seperti ditelusuri dalam kajian sejarah, ukuran sha’ tersebut membawa jejak peradaban panjang dari Mesir kuno, Romawi, Baghdad, hingga Madinah . Satu sha’ bukan sekadar angka, tapi warisan peradaban yang menghubungkan kita dengan Rasulullah dan para sahabat. Dengan memerintahkan kewajiban zakat fitrah untuk anak kecil, orang dewasa, dan hamba sahaya yang menjadi tanggungan. Bahkan bayi yang baru lahir sehari sebelum Idul Fitri pun dizakati. Hal ini menunjukkan bahwa zakat adalah tanggung jawab kolektif, bukan sekadar urusan individu.












