Menjadi karyawati perusahaan yang mengerjakan pembangunan proyek-proyek raksasa, memungkinkan wanita kelahiran Jakarta ini sering terjun ke lapangan dan menjadi primadona di tengah pegawai pria.
Tingkah polahnya selama ini ternyata tak luput dari pandangan seorang Hari Sudibjo yang diam-diam mengguratkan cinta. Seakan tak percaya, Yemi menerima lamarannya, karena “tukang insinyur” itu benar-benar kepincut dengan gaya perkasa pujaannya serta menerima apa adanya.
Kekhawatirannya akan menjomblo lama, tak terbukti nyata. Setelah setahun menikah lahirlah berturut-turut putra-putranya. Sejarah berulang, seperti kala remaja, kembali Yemi menjadi satu-satunya wanita di tengah kaum pria. Bedanya dulu di tempat kerja sekarang menjadi satu-satunya wanita di tengah keluarga, karena ketiga puteranya yang dilahirkannya kesemuanya berjenis kelamin pria.













