Akhirnya keberaniannya muncul untuk mencoba sesuatu yang baru. Wanita asli Sunda kelahiran Bandung itu keluar dari lingkaran rutinitas kerja yang kaku. Dan memang, masalahnya bukan tidak mampu, tapi sanggupkah punya komitmen antara kerja, ibu rumah tangga dan organisasi dalam membagi waktu.
Setelah aktif di Pramuka Kwarda Jawa Barat yang ia geluti lebih dulu, Yani pun mulai aktif mengikuti kegiatan sosial di Lions Club, namun tak berani menjadi anggota sampai 2 tahun berlalu. Baru pada tahun 2004 karyawati bank swasta itu menceburkan diri menjadi anggota Lions Club tanpa ragu.
Dari Lions Club inilah mata hatinya kian terbuka. Betapa banyak di luar sana orang yang menderita. Tidak bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa, juga orang tua. Semua berjuang dalam menjalani kehidupan yang begitu keras mendera.












