Dari 1500 pelamar di seluruh Indonesia, hanya 50 orang yang diterima dan Yani termasuk di dalamnya. Namun apa boleh buat Yani harus mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Yaitu membiarkan cita-citanya kandas tak menjadi nyata. Saat mengikuti karantina untuk penerbangan pertama, tegas menyatakan berhenti sebagai pramugari di salah satu maskapai penerbangan ternama.
Masa-masa remajanya memang banyak dihabiskan di Pramuka dan dengan mengikuti berbagai ajang pemilihan puteri di dalam negeri. Di antaranya seperti Pemilihan “Mojang Priangan”, “Puteri Ideal”, “Putri Indonesia”, “Putri Sari Ayu”, yang diselenggarakan oleh perusahaan kosmetik dalam negeri. Dari sini, berbagai penghargaan pun telah disandangnya dengan banyak prestasi. Dari prestasi inilah yang membuat wanita ayu ini ditawari bekerja di salah satu bank swasta tanpa seleksi. Profesinya ini sampai kini masih ia tekuni selama 30 tahun tanpa henti.












