
Padahal dulu cita-citanya adalah menjadi seorang pramugari. Pikirnya, alangkah hebatnya menjadi pramugari, bisa menjelajah belahan dunia dan antero negeri. Namun Asmawinata sang ayah tidak menyetujui.
Di mata ayahnya, menjadi pramugari walau penampilan elegan, tetap saja seorang pelayan, tapi resiko bekerjanya rawan kecelakaan. Bedanya kalau pelayan biasa bekerja di daratan seperti di restoran, pelayanan publik kesehatan, pelayanan perbankan, dsb. Sedangkan pramugari bekerja melayani penumpang di dalam penerbangan.
“Buat apa jadi pramugari, sudah saja pilih kerja di bank lagian sudah diterima tanpa seleksi,” itu nasehat ayahnya yang tak terlupakan yang mengkhawatirkan Puteri kesayangannya.
Meski kecewa, mantan juara 3 Puteri Sari Ayu utusan Jabar di tingkat nasional tahun 1988 itu tak membantahnya. Yani pun menuruti nasehat ayahnya memilih dunia perbankan sebagai tempat bekerja. Padahal proses perekrutan pramugari yang amat ketat dengan berbagai test sudah ia jalani dan lulus semua.












