Oleh: Mayjen TNI (Purn) Fulad (Penasihat Militer RI untuk PBB (2017–2019)
JAKARTA || Bedanews.com –
*PENDAHULUAN*
Ada saat-saat tertentu dalam perjalanan sebuah bangsa ketika suara rakyat tidak lagi dapat dibaca sekadar sebagai riuhnya jalanan. Ia harus dibaca sebagai pesan moral kepada negara.
Hari ini, ribuan warga bergerak menuju Senayan. Mereka datang bukan untuk merebut kekuasaan. Mereka tidak membawa ambisi menduduki kursi pemerintahan, tidak menuntut jabatan, dan tidak meminta keistimewaan.
Mereka membawa kegelisahan yang sederhana: mengapa keadilan terasa begitu sulit diwujudkan ketika negara sebenarnya memiliki seluruh perangkat untuk menegakkannya?
Di antara berbagai aspirasi yang disuarakan, tuntutan mengenai pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset dan hukuman yang sangat berat bagi koruptor memperoleh perhatian besar.













