“Saat dunia bicara tentang bagaimana untuk memiliki ketahanan pangan Nasional, hari ini kita membuktikan bahwa Indonesia siap untuk berkontribusi dalam ketahanan pangan, di mana buka giling gula nasional ini menjadi salah satu pilar penting dalam industri gula di Indonesia khususnya di Jawa Timur,” katanya.
Menurut Ghimoyo, Indonesia sebagai negara penghasil pangan terbesar di dunia sudah memiliki pengalaman panjang dalam meningkatkan produksi gula berkualitas baik sejak tahun 1906.
“Dalam rangka mendukung program swasembada gula tahun 2027/2028, kita perlu meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan teknologi, inovasi dan menjalin kemitraan yang solid dengan petani untuk terus dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi gula,” katanya.













