Selanjutnya utang besar yang mengakibatkan Presiden Sri Lanka (2022) kabur karena bangkrut. Saat itu pemerintah Sri Lanka di bawah Gotabaya Rajapaksa meminjam utang luar negeri besar-besaran untuk proyek infrastruktur, tanpa perencanaan matang. Sehingga pada 2022, Sri Lanka gagal membayar utang luar negeri senilai US$51 miliar. Cadangan devisa habis, menyebabkan krisis pangan dan energi. Alhasil pada Juli 2022, ribuan demonstran menyerbu Istana Presiden, memaksa Gotabaya Rajapaksa melarikan diri ke luar negeri. Menurut informasi berbagai media internasional negaranya mengalami inflasi hingga 70%, harga bahan pokok melonjak drastis.
*Akankah Indonesia Mengalami Krisis Serupa?*
Jika pemerintahan Prabowo tidak segera mengambil langkah tegas dalam mereformasi kebijakan fiskal, Indonesia berisiko mengalami krisis yang mirip dengan negara-negara di atas. Potensi dampak jika tidak ada perbaikan:











