Terasa begitu menggelitik, disaat hutang negara semakin menggunung, Menkeu justru mendapat apresiasi dari Global Markets. Inilah ketika kacamata asing digunakan sebagai parameter. Melalui lembaga internasional ini, pada akhirnya Indonesia makin terjerat pada jebakan kapitalisme global dan sulit untuk dihentikan. Sistem kapitalisme dengan wataknya yang mengagungkan materi dan keuntungan sampai kapanpun tidak akan berpihak kepada rakyat.
Namun demikian, secercah harapan tentunya masih dapat diupayakan. Ketika kita mendapati masalah yang begitu sistemik, pastilah membutuhkan penyelesaian yang sistemik pula. Dunia hari ini membutuhkan sistem ekonomi Islam kaffah untuk membangkitkan ekonomi yang sedang terpuruk. Melalui lembaga keuangan Baitul mal sistem makro dan mikro ekonomi Islam terbukti berbuah produktivitas, stabilitas, serta distribusi yang adil dalam rentang waktu 13 abad lebih sepanjang peradaban khilafah Islam.













