Lubang dan kekurangan seperti tersebut kita restorasi mumpung ada momentum yang memprihatinkan melalui aksi yang terjadi sekarang ini. Tidak perlu menggugah argumentasi, narasi dan diksi membela diri. Kerusakan telah terpampang di depan mata, amuk massa telah menggerakkan kita untuk introspeksi dan memperbaiki diri. Tidak ada kata terlambat, karena semuanya sudah terjadi.
Dalam perspektif Islam, penyesalan dan pengakuan salah merupakan bentuk sikap terpuji, memohon ampun dan bertaubat sangat dianjurkan dan berniat disertai bertekad untuk memperbaiki diri dalam berbagai aspek, dimensi dan posisi termasuk golongan orang yang beruntung.
Kita bangun Indonesia dengan santun. Kita didik generasi penerus dengan akhlakul Karimah, kita jadikan jabatan dan kehormatan sebagai amanah yang wajib ditepati, kita jadikan ilmu pengetahuan dan kepakaran kita sebagai cahaya untuk menuju Indonesia yang dicita-citakan.













