Aparat dan penegak hukum masih ada yang jauh dari sikap humanis, ada pendekatan yang tidak standar dan prilaku indisipliner. Case ketidakadilan, jual beli hukum, markus (makelar kasus) dan tindakan koruptif dan represif masih dekat di mata ditelinga kita.
Kaum terpelajar dan Pakar masih ada yang tidak bijak, provokatif dan egois. Mudah menyulut dan tersulut. Mudah emosional dan sensasional. Akibatnya, publik bercermin pada cermin yang pecah.
Rakyat juga ada yang Lengah dan pasrah. Dengan dalil terpaksa terlibat penyuapan, dengan dalih kemanusiaan menerima bisaroh dalam proses pilpres, Pilgub, pilbup dan pileg. Tidak memilih yang memiliki kapasitas, kapabilitas, loyalitas, jujur, pamanah dan tidak hipokrit. Malah ada semboyan, :*”Wani piro ?*.













